Langsung ke konten utama

Akhir Kisah Sang Pengintai Saturnus


Meskipun berada jauh dari peradaban kita, luar angkasa tidak luput menjadi bahan pergunjingan manusia. Beruntungnya teknologi telah menjadikan penilitian untuk mengobati pergunjingan luar angkasa bukan hal mustahil lagi.
Salah satu pesawat yang melakukan penilitian luar angkasa adalah Cassini. Pesawat ini tanpa pengemudi, tapi dikendalikan dari jarak jauh.  Cassini telah melalang buana hampir selama 20 tahun, sejak pertama kali diluncurkan di Cape Canaveral, Florida pada tahun 1997. Sayangnya perjalanan Cassini harus berakhir. Jumat, (16/9), Pesawat ini mengakhiri masa hidupnya dengan terjun ke dalam planet tujuan akhirnya, Saturnus.
Saturnus, memang menjadi tujuan perjalanan panjang pesawat angkasa ini. Sebagai planet terbesar kedua di sistem tata surya menjadikan planet ini sangat layak menjadi bahan penilitian. Tidak hanya itu, daya tarik planet ini adalah cincin nan cantik yang menyelimutinya. Wajar saja kan, jika lebih dari 8 miliar kilometer ditempuh Cassini untuk menggapai planet menawan ini.
Juli 2004, Cassini tiba di orbit Saturnus. Seketika itu pesawat luar angkasa ini menjelajahi planet raksasa itu beserta ke-62 bulannya, termasuk Titan. Menghabiskan waktu selama 13 tahun untuk mengamati planet ini dengan seperangkat instrumen. Hasil yang didapat pun sungguh luar biasa. Sekarang, planet bertipe gas yang dapat dilihat dari bumi dengan mata telanjang ini diketahui memiliki jutaan cincin. Cassini juga mendapat gambar yang menakjubkan kawan. Cuaca Saturnus, Badai, dan perubahan musimnya berhasil didokumentasikan.
Akhir hidup Cassini ini ternyata menjadi momen penting. Apresiasi terhadap apa yang telah diberikannya membuat kematiannya ini disakralkan. Seperti halnya di Laboratorium Propulsi Jet (JPL) NASA, California, kawan, Ilmuwan dan insinyur berkumpul pada Jumat pagi untuk menyaksikan saat-saat terakhir Cassini. "Ini akan sulit untuk diucapkan selamat tinggal, tapi saya sangat bangga dengan semua yang telah dilakukan Cassini dan telah menjadi bagian dari misi sejak awal," kata Linda Spilker, ilmuwan proyek di JPL, yang mulai mengerjakan Cassini di tahun 1980an. "Ini akan menjadi campuran dari kesedihan dan kebanggaan dan kegembiraan karena telah mengerjakan misi tersebut dan mengucapkan selamat tinggal kepada keluarga saya, Cassini," imbuhnya.
Ya memang ini sesuatu yang membanggakan. Ditengah polemik Flath Earth vs Globe Earth, bidang Astronomi tetap menjaga baranya. Cassini memberikan dampak besar bagi penilitian di dunia, khususnya dalam bidang Astronomi. Bahkan, situs pencarian terkenal, Google, pernah memberikan doodle spesial untuk Cassini. Lebih lagi, sebelum terbakar akibat gesekan atmosfer pun, Ia mengirimkan sinyal terakhir yang sampai 89 menit setelah ia terbakar.
Cukup itu saja, sekilas tentang Cassini, Sang Pengintai Saturnus.

Critical Corious: Secara general Saya ingin tahu tentang informasi mendalam yang dihasilkan Cassini tentang Saturnus.
Critical Skeptis: Polemik yang dimunculkan kaum Flath Earth menjadikan Saya ragu, terlebih tentang kebohongan  NASA tentang satelit dan berbagai teknologi Astronomi lain.

Source: https://www.theguardian.com/science/2017/sep/14/nasas-cassini-spacecraft-poised-to-begin-mission-ending-dive-into-saturn


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Si Awam Kembali

Seirama dengan langkah kaki yang semakin jauh, deru nafas yang kian memanjang, dan semakin menumpuknya cerita di ingatan. Setelah lama tidak menulis, saya bertekad kembali ke dunia maya ini, menuangkan secercah alkisah dari perjalanan saya. Meninggalkan platform ke-GJ-an yang dulu, dan menulis kembali di lembar baru. Yah, semoga lembar cerita disini bisa bermanfaat bagi diriku dan orang lain tentunya. 

Script Radio: Lima Fakta di Balik 'Star Wars: The Last Jedi'

Tugas mungkin sudah menjadi sebuah asupan harian bagi mahasiswa teknik. Laporan praktikum menghantui setiap kembali ke peraduan. Tapi bukan bagi kami, mahasiswa teknik yang berbau seni (read: MMB PENS) ini. Tugas layaknya hiburan, *pencitraan. Sebenarnya tugas kami juga banyak, bahkan berbeda dari jurusan lainnya yang identik dengan laporan praktikum yang sedabrek. Contohnya ya ini, tugas mata kuliah jurnalistik.  Si FM Radio 101.3 MHz (Opening Jingle) Si FM Radio/ Tuban Hits Radio Station// Halo// Asslamamu’alaikum/ Selamat Pagi/ Sobat Simit// Apa kabar  nih?/ semoga semuanya baik-baik saja ya// Buat kamu yang lagi sekolah / kuliah/ ataupun / kerja /semoga harinya berjalan dengan lancar / dan satu lagi/ jangan lupa tetap semangat guys// Bareng lagi sama gue Mumus di Hits Pagi // Sebuah acara yang pastinya bikin pagi di akhir pekan kamu makin semangat!// Ya /  seperti biasa / gue bakalan nemenin Sobat Simit semua selama satu jam ke depan // Kalian semua bisa re...

Novel Harimau! Harimau! dalam Pandangan Awam

Mochtar Lubis, sosok jurnalis dan pengarang kelahiran Padang ini telah menghasilkan berbagai karya. Meskipun tak jarang mengundang kontroversi, karyanya tetap mendapat banyak penghargaan dari berbagai pihak. Harimau! Harimau! merupakan salah satu buku novel besutan Mochtar Lubis yang mendapat penghargaan Buku Terbaik dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.  Pada postingan ini, saya akan mencoba mereview buku terbitan tahun 1975 tersebut. Sebelumnya, akan Saya jelaskan sekilas tentang Harimau! Harimau! Novel yang merupakan karya Lubis ke-19 ini terinspirasi dari pengembaraannya di belantara Sumatera. M asa penahanannya pun juga menjadi inspirasi, tepatnya ketika berpikir tentang kepemimpinan  karismatik  Soekarno. Masalah tahayul dan hal-hal yang berhubungan dengan ilmu magis yang akrab dengan budaya masyarakat Indonesia menjadi tema umum dalam penulisannya.  Menceritakan perjalanan  Pak Haji, Buyung, Sutan, Sanip, Talib, Pak Balam,...