Langsung ke konten utama

Novel Harimau! Harimau! dalam Pandangan Awam

Mochtar Lubis, sosok jurnalis dan pengarang kelahiran Padang ini telah menghasilkan berbagai karya. Meskipun tak jarang mengundang kontroversi, karyanya tetap mendapat banyak penghargaan dari berbagai pihak. Harimau! Harimau! merupakan salah satu buku novel besutan Mochtar Lubis yang mendapat penghargaan Buku Terbaik dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 
Pada postingan ini, saya akan mencoba mereview buku terbitan tahun 1975 tersebut. Sebelumnya, akan Saya jelaskan sekilas tentang Harimau! Harimau!
Novel yang merupakan karya Lubis ke-19 ini terinspirasi dari pengembaraannya di belantara Sumatera. Masa penahanannya pun juga menjadi inspirasi, tepatnya ketika berpikir tentang kepemimpinan karismatik Soekarno. Masalah tahayul dan hal-hal yang berhubungan dengan ilmu magis yang akrab dengan budaya masyarakat Indonesia menjadi tema umum dalam penulisannya. 
Menceritakan perjalanan Pak Haji, Buyung, Sutan, Sanip, Talib, Pak Balam, dan Wak Katok ketika mengumpulkan damar di dalam hutan. Konflik dimulai ketika harimau melancarkan serangannya ke pengumpul damar itu.
Dalam pandangan saya, Novel ini cukup menarik. Sayangnya, pemaparan karakter di awal cerita mengurangi rasa ingin tahu pembaca. Bagian-bagian awal hanya mengungkap latar belakang masing-masing tokoh. Saya lebih tertarik dengan pembangunan karakter yang mengikuti alur cerita utama. Bukan, membolak-balikkan alur cerita demi mendukung pembangunan karakter yang justru membingungkan. Konflik cerita novel ini menurut saya juga terlalu dipaksakan. Terlebih ketika penyerangan harimau yang berulang-ulang, tidak masuk akal bagi saya, akan tetapi sejauh ini masih bisa dimaklumi untuk sebuah karangan prosa bebas.
Dari segi penulisan, novel ini juga tidak luput dari kesalahan penulisan di beberapa bagian, namun masih tergolong wajar. Tidak hanya itu, gaya bahasa yang digunakan masih mengacu pada perkataan orang kampung. Terdapat beberapa kata yang menggunakan bahasa daerah, sehingga bagi pembaca dari daerah lain, sulit dipahami.
Sedangkan pesan yang ingin disampaikan Mochtar Lubis sangat kental terasa di novel ini. Mulai dari segi kemanusiaan, kepemimpinan, budaya hingga agama menjadi bumbu dari novelnya. Menurut saya, pesan utama Harimau! Harimau! adalah perbuatan yang dilakukan setiap manusia akan dimintai pertanggungjawaban, baik di dunia atau kelak di akhirat, baik oleh manusia dan atau Tuhan. Mengakui dosa adalah jalan aman untuk meringankan beban sebelum ajal menjemput.
Noted: Tulisan ini hanya review menurut pandangan saya terhadap novel Harimau! Harimau!

Komentar